h1

Aku pelacur.

November 17, 2008

Persis. Lagaknya.

.

Sempurna.

7 komentar

  1. Keras statement ni.

    Kesempurnaan hanyalah impian sang perfectionist.


  2. iyalah. sempurna sebagai seorang pelacur.


  3. Kita semua pelacur. Bukan yang itu-itu.
    Tapi yang lain-lainnya.


  4. Salam Alina,

    Mungking ‘Pelacur’ itu satu profession yang salah di sisi agama. Namun, pelacuran atau melacur dalam bahasa Inggeris boleh membawa ertikata lain. Dari sudut ini, ada kata benar Nizam.


  5. a l i n a,

    ternyata sang pelacur yang ultra ini, kalau melihat catatannya ternyata jauh lebih telus dan transparan berbanding pelacur elit supernova-nya dee [dari angkatan sasterawan selangkangan aka fiksi alat kelamin (fak).]* kadang-kala kalimantang biasa atau mentol kaca sebutir lebih tenang untuk guna membaca. kalau seperti supernova yang penuh chandelier, ya memang indah, tetapi untuk apa?

    “hidup,” kata santoka dalam catatan jurnalnya, circa 1932, “adalah tentang soal menikmati. manusia paling bahagia apabila mereka benar-benar belajar menjadi diri sendiri. seorang pengemis pun harus belajar untuk mengemis dan meminta sedekah dengan sesungguh-sungguhnya. jika tak mampu ia lakukan itu, ia tak akan dapat mengecap nikmat kebahagiaan diri menjadi seorang pengemis yang sejati.”**

    menjadi pelacur?

    seperti kata sutardji calzoum bachri: ya! menjadi yang normal-normal sahajalah!

    “boleh begitu, alina?”

    nb:
    * definisi merujuk ke pak taufik ismail.
    **terjemahan dari sini — http://michaelhoffman.squarespace.com/walking-zen/


  6. salam echo.
    aku nyata lebih suka mentol yang malap, wujudkan ambience yang suram. sesuai untuk cari ilham dan menulis lukis. chandelier hanya untuk hiasan ruang tamu, bukan?

    kalau pengemis sudah belajar menikmati mengemis dengan bersungguh-sungguh, dan bahagia, mengapa tidak seorang pelacur? mungkin itu bahagia bagi mereka, biarpun tidak yang dicop etika normal masyarakat. bukan?

    ok. aku cuba jadi yang normal. tapi, normal itu apa ya?


  7. shah dan nizam.
    kita semua pelacur. boleh begitu?



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: