h1

Jika Tuhan berjenaka ketika monsun tiba, ambil warna dan palitkan alam yang membiru.

Desember 10, 2009

S A T U.

10 komentar

  1. jika tuhan berjenaka dan memberikan kamu padaku,

    ambil rasa ini dan tebarkan ke seluruh langit yang menjingga..

    eh..ni pasal apa la ek kak?


  2. cerita hal kekuasaan tuhan..sure!


  3. … dan menambat mendung di dada biru langit tika cerah panas… oh! itu rahmat namanya… hahahaa


  4. Setelah Tuhan berjenaka ketika monsun tiba, aku masih tidak tahu apakah warnanya tuk kupalitkan ke alam yang membiru. Apakah harus kupalitkan dengan warna bitumin, sebagaimana selalu kau palitkan pada kanvas?

    Tapi, itu bukanlah warnaku. Tidak juga merah, hitam, putih atau kelabu. Hati pun berbisik, “warna kau adalah KAMU”. Lalu kugeledah segala khazanah warna yang pernah manusia ciptakan semenjak Adam diusir dari suralaya. Malangnya, tiada kutemui warna KAMU.

    Lantas aku pun terbang melaju, lebih laju dari segala makhluk yang paling laju yang pernah ada di jagatbuana ini, menuju ke Leiden. Sesampai saja di sana, terus kuselak buku daftar warna yang kononnya tercatat segala nama warna yang pernah manusia lihat dan bayangkan sejak Adam diajarkan tentang nama-nama. 5000 halaman kesemuanya. Namun, tiada juga kutemui. Aku terduduk. Lelah campur kecewa.

    Ada suara berbisik, “tak perlu bergundah-gulana. Warna KAMU memang diciptakan khusus untuk kau seorang. Hanya kau yang dapat melihat dan menikmatinya, meskipun ia selalu cuba menutup matamu setiap kali kau menatap keindahan warnanya.”

    Aku tidak benar pasti dari mana datangnya suara itu. Apakah dari lubuk hati terdalam atau bisikan sang sufi dari kejauhan? Ah, aku tak perlu peduli tentang dari mana datangnya suara itu.

    Aku seharusnya merasa bahagia. Kerana warna itu dicipta khusus untukku: SATU.

    Tuhan, lagi sekali aku minta: teruslah berjenaka & berseloka; mohon janganlah bersikap cemburu & bengis kepada kami.

    pseudo-sukab


  5. eh,
    “tak perlu bergundah-gulana. Warna KAMU memang diciptakan khusus untuk kau seorang. Hanya kau yang dapat melihat dan menikmatinya, meskipun ia selalu cuba menutup matamu setiap kali kau menatap keindahan warnanya”

    seronoklah!


  6. palitkan saja hitam warna hakikat dan putih warna fitrah aku dan kamu


  7. Alina…..


  8. K.A…


  9. Jika tuhan berjenaka. Tiada lagi warna yang ada.




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: